Tuesday, June 23, 2020

Contoh Kalimat Efektif, Ciri-ciri dan Implementasinya

Contoh kalimat efektif- Menulis adalah sebuah aktivitas yang sangat mudah untuk dilakukan. Namun, membuat sebuah tulisan yang dapat dipahami oleh pembaca dengan baik, memerlukan sebuah latihan yang berulang. Salah satu cara untuk membuat tulisan yang dapat dengan mudah dipahami oleh pembaca adalah dengan memilih diksi yang tepat, menggunakan pola yang tepat, serta mengikuti pedoman umum ejaan bahasa indonesia (PUEBI). Dengan demikian, akan terciptalah sebuah kalimat efektif yang mudah dipahami oleh pembaca.

    Pengertian dan Syarat Kalimat Efektif

    Kalimat efektif adalah sebuah kalimat yang dapat dipahami oleh pembaca atau pendengar sesuai dengan gagasan atau ungkapan perasaan sebenarnya yang ingin disampaikan oleh penulis. Kalimat efektif selalu berpedoman kepada Ejaan yang Disempurnakan (EYD) yang saat ini berganti menjadi Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI).

    Selain berpedoman kepada PUEBI, syarat lain sebuah kalimat dapat dikatakan efektif adalah sistematis, tidak bermakna ganda atau ambigu, dan juga tidak bertele-tele atau boros kata.

    Ciri Kalimat Efektif dan Contohnya

    Terdapat 5 ciri-ciri kalimat efektif. Ciri ini dapat membantu untuk menentukan sekaligus membuat sebuah kalimat yang efektif. Berikut adalah ciri dan juga contoh kalimat efektif.

    1. Kesepadanan Struktur

    Maksud dari kesepadanan struktur adalah kelengkapan struktur serta penggunaannya. Sebuah kalimat setidaknya terdiri atas subjek dan objek. Unsur inilah yang harus dipenuhi setiap kali membuat kalimat. Tanpa salah satunya, tidak akan terbentuk sebuah kalimat. Misalnya.
    • Di dalam sebuah pertemuan itu membahas keberlanjutan pemberlakuan UKT di tengah pandemi korona. (tidak efektif)
    • Pertemuan itu membahas keberlanjutan pemberlakuan UKT di tengah pandemi korona. (efektif)
    Kalimat pertama di atas adalah contoh kalimat tidak efektif. Hal tersebut dikarenakan tidak ditemukannya subjek dalam kalimat di atas. “Di dalam sebuah pertemuan itu” bukanlah sebuah subjek, melainkan keterangan. Karena adanya preposisi pada awal kalimat, keberadaan subjek menjadi kabur. Oleh karena itu, preposisi harus dihapus dan berubah menjadi “Petemuan itu”.

    2. Kelogisan Bahasa

    Logis berarti dapat diterima oleh akal. Sebuah tulisan haruslah dapat diterima oleh akal, agar dapat dipahami oleh pembacanya. Kelogisan sebuah kalimat dalam bahasa, dilihat dari makna, bukan struktur. Berikut contohnya.
    • Semantik adalah ilmu yang mempelajari tentang makna. (tidak efektif)
    • Semantik adalah ilmu tentang makna (efektif)
    Kalimat pertama menunjukkan sebuah ketidaklogisan kalimat. Pada kalimat pertama dikatakan bahwa “ilmu yang mempelajari tentang makna.” Padahal, ilmu adalah bukanlah makhluk hidup yang dapat melakukan tindakan. Oleh karena itu yang benar adalah “ilmu tentang,”

    3. Kehematan kata

    Syarat sebuah kalimat efektif adalah tidak bertele-tele. Oleh karena itu, dalam membuat kalimat efektif janganlah melakukan pemborosan kata, sebaliknya hematlah kata, sehingga kalimat menjadi sependek mungkin. Berikut contohnya.
    • Karena Nofita sedang liburan, Nofita tidak masuk sekolah. (tidak efektif)
    • Karena sedang liburan, Nofita tidak masuk sekolah. (efektif)

    4. Kesejajaran atau Paralel

    Sejajar atau paralel berarti adalah memiliki kesamaan bentuk atau memiliki bentuk yang konsisten. Oleh karena itu, bentuk selanjutnya pada sebuah kata fungsi, harus mengikuti kata fungsi sebelumnya. Berikut contohnya.
    • Cara mengecek keaslian uang rupiah adalah dengan dilihat, diraba, terawang. (tidak efektif)
    • Cara mengecek keaslian uang rupiah adalah dengan dilihat, diraba, diterawang (efektif)

    5. Ketegasan

    Ketegasan yang dimaksud dalam sebuah kalimat adalah dengan meletakkan gagasan pokok atau gagasan yang ingin ditonjolkan di awal kalimat. Misalnya.
    • Buanglah sampah pada tempatnya. (efektif)
    • Kamu buanglah sampah pada tempatnya. (tidak efektif)
    Cara lain untuk menonjolkan ide gagasan selain dengan meletakkannya di awal kalimat adalah dengan melakukan repetisi, kata berurutan, menambahkan partikel lah atau pun, dan juga membuat pertentangan.


    Demikianlah contoh kalimat efektif beserta dengan pengertian beserta ciri-cirinya. Dengan memperhatikan syarat beserta ciri-ciri dari kalimat efektif, tentunya membuat sebuah kalimat efektif akan menjadi lebih mudah. Selain itu, ketidakefektifan dalam pembuatan kalimat juga dapat dihindari.
    Disqus Comments