Sunday, June 14, 2020

Ciri-ciri Kalimat Efektif Beserta Contoh

Ciri-ciri kalimat efektif - Kalimat adalah sebuah satuan bahasa yang berdiri sendiri, yang setidaknya terdiri atas subjek dan predikat, serta memiliki diakhiri dengan intonasi serta tanda final. Membuat kalimat memang terlihat cukup mudah. Tapi, apakah kalimat tersebut sudah efektif? Untuk itu pahami terlebih dahulu, apakah kalimat efektif itu dan bagaimanakah ciri-cirinya.




Pengertian Kalimat Efektif

Mudahnya, kalimat efektif adalah kalimat yang memiliki susunan kata sesuai dengan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI). PUEBI adalah versi terbaru dari Ejaan yang Disempurnakan (EYD). Jadi, secara tidak langsung, pedoman untuk membuat sebuah kalimat yang aktif adalah PUEBI.
Selain mengacu pada PUEBI, sebuah kalimat efektif juga haruslah sistematis, tidak boros atau bertele-tele, serta tidak ambigu atau mengandung makna ganda.

Ciri-Ciri Kalimat Efektif

Lalu, bagaimana cara menentukan apakah kalimat tersebut efektif atau tidak? Menentukan sebuah kalimat efektif atau tidak bukanlah hal yang sulit. Sebuah kalimat yang efektif, memiliki ciri-ciri sebagai berikut.

1. Kesepadanan Struktur

Kesepadanan struktur berarti adalah kelengkapan struktur serta penggunaannya. Sebuah kalimat yang memiliki kesepadanan struktur, umumnya mengandung klausa minimal lengkap yang terdiri atas subjek dan predikat dan juga tidak menggunakan kata depan di depan subjek. Pasalnya, penggunaan kata depan di depan subjek, dapat mengaburkan pelaku dalam kalimat tersebut.

Contoh.
Dalam pemberitahuan yang disampaikan oleh Kepala Sekolah menjelaskan bahwa libur hari raya diberikan selama 2 minggu. (tidak efektif)
Pemberitahuan yang disampaikan oleh Kepala Sekolah menjelaskan bahwa libur hari raya diberikan selama 2 minggu. (efektif)

2. Kehematan Kata

Syarat sebuah kalimat efektif adalah tidak boros dan bertele-tele. Oleh karena itu, sebuah kalimat efektif haruslah hemat dalam menggunakan kata-kata. Untuk menghemat penggunaan kata dalam sebuah kalimat, hindari pemborosan kata bersinonim dalam satu kalimat.
Contoh.
Para ibu-ibu dipersilakan untuk memasuki ruangan rapat sekolah. (tidak efektif)
Ibu-ibu dipersilakan untuk memasuki ruangan rapat sekolah. (efektif)
Para memiliki makna lebih dari satu, begitu pula dengan kata ibu-ibu. Keduanya memiliki makna jamak atau lebih dari satu. Oleh karena itu, ada baiknya gunakan salah satu saja dari kata tersebut.

3. Kesejajaran Bentuk

Sebuah kalimat efektif, haruslah memiliki kesejajaran bentuk. Kesejajaran bentuk yang dimaksud adalah konsistensi dalam penggunaan imbuhan atau berimbuhan paralel. Misalnya, apabila dalam sebuah fungsi menggunakan imbuhan me-, maka imbuhan selanjutnya sebaiknya juga menggunakan imbuhan yang sama.

Contoh.
Tugas jurnalis adalah merencanakan, mencari, mengumpulkan, menulis, serta publikasi berita. (tidak efektif)
Tugas jurnalis adalah merencanakan, mencari, mengumpulkan, menulis, serta mempublikasikan berita. (efektif)
Kata publikasi pada kalimat pertama tidak konsisten atau paralel dengan fungsi sebelumnya. Seharusnya kata publikasi diubah menjadi mempublikasikan agar paralel dengan fungsi sebelumnya.

4. Ketegasan Makna

Sebuah kalimat efektif umumnya memiliki ketegasan atau penekanan dalam kalimat. Hal tersebut biasanya dilakukan untuk menonjolkan ide atau gagasan pada kalimat tersebut. Penonjolan ide atau gagasan dapat dilakukan dengan berbagai cara. Misalnya, meletakkan kata yang ingin ditonjolkan di awal kalimat, membuat sebuah urutan kata, melakukan repetisi atau pengulangan, melakukan pertentangan, serta menggunakan partikel penegasan.

Contoh.
Buanglah sampah itu ke tempatnya!
Kalimat di atas meletakkan kata buang yang ingin ditonjolkan pada awal kalimat. Kemudian untuk mempertegasnya lagi, setelah kata buang ditambahkan dengan partikel lah.

5. Kelogisan Kalimat

Kalimat efektif haruslah memiliki makna yang logis atau dapat diterima oleh nalar. Kelogisan dalam sebuah kalimat memiliki peran yang penting dalam pemahaman. Kalimat yang logis dapat memudahan pendengar atau pembaca dalam memahami sebuah kalimat. Dan sebaliknya, kalimat yang tidak logis, akan membuat pendengar atau pembaca menjadi kesulitan dalam memahami maksud dari kalimat tersebut.

Contoh.
Kepada Bapak Ramdhoni, waktu dan tempat kami persilahkan. (tidak logis)
Kepada Bapak Ramdhoni, kami silakan. (logis)

Kalimat pertama bukanlah kalimat yang logis. Hal tersebut disebabkan karena ‘hal’ yang dipersilakan dalam kalimat tersebut adalah waktu dan tempat. Padahal, waktu dan tempat tidak dapat disilakan, melainkan orang yang bersangkutan.

Demikianlah ciri-ciri kalimat efektif yang dapat digunakan sebagai panduan dalam membuat dan juga membedakan sebuah kalimat yang efektif atau tidak. Dengan menggunakan kalimat yang efektif, mubazir kata dapat dihindari. Selain itu, kalimat juga akan lebih mudah untuk dipahami.
Disqus Comments