Sunday, January 26, 2020

Pengertian Analytical Exposition, Generic Structure, Kaidah Kebahasaan dan Contohnya

Analytical exposition merupakan suatu jenis text yang cukup populer di kalangan akademika dan juga para pelajar di tingkat SLTA. Teks ini sering kali kita jumpai pada buku-buku ilmiah, jurnal, majalah, koran, artikel, pidato-pidato akademis, dan lain sebagainya. Teks ini sering digunakan untuk menjelaskan pandangan penulis tentang sebuah isu yang yang tengah berkembang di masyarakat. Melalui teks ini, penulis berusaha untuk membuat pembaca sadar pada isu yang sedang disampaikannya. Karena itulah, teks jenis ini bersifat argumentatif. Untuk lebih jelasnya, simak pembahasan yang berikut ini:

Pengertian Analytical Exposition

Teks Analytical Exposition merupakan jenis teks yang berisi pemikiran penulis tentang suatu hal yang sedang terjadi di sekitarnya atau di masyarakat. Teks jenis ini bersifat argumentatif karena menunjukkan suatu pendapat (argumen) terhadap suatu hal.
Fungsi sosial atau sosial function dari teks ini adalah agar pembaca lebih yakin dan paham terhadap gagasan yang sedang dibahas merupakan suatu hal yang penting untuk dibahas. Jadi, teks ini tidak semata-mata mengalihkan pola pikir pembaca yang sudah ada karena hanya murni berisi pendapat atau opini dari penulis.

Generic Structure dari Analytical Exposition

1. Thesis
Pada bagian ini, penulis berusaha menyampaikan atau memberitahu kepada pembaca tentang topik utama yang akan dibahas atau ditulisnya. Bagian thesis terletak pada paragraph utama teks tersebut. Pada bagian ini, embaca dapat mengetahui alasan mengapa penulis memberikan argumennya terhadap hal yang menjadi topik pembahasan.

2. Arguments
Pada paragraph berikutnya, penulis menyampaikan argumen-argumennya terhadap topik yang sedang dibahas dalam teks tersebut. Berbagai argumen yang disampaikan oleh penulis digunakan untuk mendukung topik utama yang telah disampaikan pada paragraph sebelumnya. Biasanya ada lebih dari dua statement. Bila penulis lebih banyak menyampaikan argumen ini, maka pembaca akan lebih mudah untuk mempercayai bahwa topik yang tengah dibahas merupakan sebuah hal yang penting dan perlu mendapatkan perhatian.

3. Reiteration atau Conclusion
Bagian ini merupakan bagian penutup karena terletak pada akhir teks. Reiteration atau conclusion yang berisi sebuah kalimat tambahan yang berisi penekanan yang diulang dan opini si penulis terhadap topik/ide utama yang sudah dibahas sebelumnya.

Kaidah Kebahasaan yang Digunakan dalam Analytical Exposition

Kaidah kebahasaan atau language features yang digunakan dalam teks ini adalah sebagai berikut:
  1. Teks jenis ini menggunakan simple present tense
  2. Karena dalam teks ini penulis berusaha untuk menyampaikan argumen atau pendapatnya, maka rangkaian kata yang dapat menggambarkan suasana pikiran atau bagaimana bapernya si penulis pun digunakan dalam teks ini, seperti misalnya realize, feel, sense, experience, know, dan lain sebagainya.
  3. Internal conjuction atau kata penghubung yang menghubungkan argumen di antara dua klausa juga digunakan pada teks ini. Internal conjuctions tersebut dibagi menjadi empat kategori, yakni:
    • Addition (penambahan), seperti misalnya besides, in addition, dan further.
    • Comparison (perbandingan), contohnya adalah but, vice versa, on the other hand, dan meanwhile.
    • Time (waktu), misalnya first, second, then, after that, next.
    • Cause-effect (akibat), contohnya adalah consequence, as a result, dan the result.
  4. Causal conjuction (reason-why) atau sering digunakan pada jenis teks yang satu ini. Contoh causal conjuction yang biasa digunakan adalah as a result, because, consequently, by, despite, due to, for that reason, dan lain sebagainya.

Contoh Analytical Exposition  

Berikut ini adalah contoh analytical exposition text:


Pembahasan contoh teks:

  • Teks tersebut bersifat argumentatif karena di dalamnya berisi alasan-alasan atau argumen yang dapat mendukung topik utama yang akan dibahas. Pada contoh teks yang telah disajikan tersebut, Anda dapat melihat bahwa di dalamnya terdapat beberapa argumen yang digunakan untuk mendukung topik utama.
  • Contoh teks tersebut menggunakan present tense, contohnya “ In a busy morning, people tend to skip their breakfast”.
  • Contoh pada analytical exposition text tersebut menggunakan kata-kata penghubung, misalnya so, and.
  • Kata-kata evaluative, seperti misalnya to not focus dan worse juga digunakan pada contoh teks tersebut.
  • Struktur teks
    • Thesis: Actually, there are many benefits of having breakfast.
    • Arguments: Having breakfast helps us feel more focused for the coming day (argumen pertama), dan having breakfast will also control our appetite (argumen kedua).
    • Conclusion: The two reasons above,to help us feel more focused on control our appetite are only some of many reasons out there why having breakfast is important. There are indeed many other benefits of having breakfast (paragraf terakhir).
  • Contoh teks yang disajikan sebagai contoh tersebut bertujuan untuk menyampaikan pendapat penulis mengenai pentingnya sarapan di pagi hari. Jadi, teks tersebut tidak berusaha untuk mengubah pandangan dari pembaca karena isinya murni hanya pendapat dari penulis. Untuk mendukung topik yang diangkat, penulis memberikan dua argumen pada teks tersebut.
Demikianlah pembahasan tentang pengertian, generic structure, kaidah kebahasan, serta contoh dari teks analytical exposition . Semoga informasi ini akan menambah wawasan Anda.


Disqus Comments