Serba-Serbi Meraih Beasiswa S2 ke Luar Negeri

beasiswa s2 ke luar negeri jepang jerman koreaMeraih beasiswa S2 ke luar negeri merupakan impian yang sangat ingin diwujudkan oleh banyak anak muda di Indonesia. Hal ini tak terlepas dari persaingan global yang sangat ketat sehingga mereka berkeinginan untuk menempuh pendidikan yang lebih baik di luar negeri agar menjadi pribadi yang lebih kompeten. Tak heran kalau setiap tahunnya jumlah pendaftar beasiswa ke luar negeri selalu meningkat. Meski persaingan untuk memperoleh beasiswa S2 di luar negeri menjadi semakin ketat, namun kalau kamu pintar mencari peluang, maka peluang untuk melanjutkan studi S2 di berbagai negara, baik di Asia, Eropa, maupun Amerika masih terbuka lebar. Kini ada banyak institusi pendidikan terbaik dunia dan institusi-institusi pemerintahan yang menawarkan berbagai program S2 bagi para pelajar ataupun mahasiswa berprestasi. Kali ini kita akan membahas secara lebih dalam mengenai berbagai macam hal yang berkaitan tentang beasiswa studi S2 ke luar negeri yang mungkin saja akan bermanfaat untukmu.


Berbagai Negara yang Sering Dijadikan Destinasi Para Pemburu Beasiswa S2


Negara-negara yang biasa dijadikan sebagai destinasi para pemburu beasiswa S2 adalah negara-negara yang dianggap memiliki kualitas dan sistem pendidikan yang lebih baik dibandingkan dengan Indonesia. Yuk intip negara apa saja yang sering menjadi tujuan para scholar hunters?

1. Amerika Serikat
Negara pertama yang paling diminati oleh para pemburu beasiswa S2 adalah Negeri Paman Sam. Hal ini terlihat dari banyaknya mahasiswa Indonesia yang mendaftar beasiswa ke Amerika Serikat setiap tahunnya. Berkat adanya beasiswa S2 yang ditawarkan, kini  mahasiswa Indonesia dapat mengenyam pendidikan di berbagai universitas terkemuka di Amerika Serikat, mulai dari Harvard University hingga kelompok universitas anggota Ivy League.

2. Inggris
Inggris merupakan negara yang juga banyak dijadikan destinasi oleh para mahasiswa Indonesia yang memburu beasiswa S2 ke luar negeri. Namun biasanya, beasiswa yang tersedia di Inggris lebih sedikit kuotanya dibandingkan dengan beasiswa di Amerika Serikat. Jadi, buat kamu yang ingin melanjutkan studi S2 dengan beasiswa di Inggris, bersiaplah untuk menghadapi persaingan yang cukup ketat.

3. Jerman
Bagi kamu yang ingin melanjutkan studi S2 di bidang teknik, maka Jerman merupakan pilihan yang sangat tepat. Hal ini tak terlepas dari kemajuan IPTEK di Jerman yang telah diakui di seantero dunia. Untuk bisa mendapatkan beasiswa ke Jerman, kamu dapat memanfaatkan beasiswa DAAD yang khusus diberikan bagi para mahasiswa yang berasal dari Asia, Afrika, Eropa Timur, serta Amerika Latin.

4. Perancis
Sebagai pusat mode dunia, Perancis berhasil menarik minat para mahasiswa Indonesia yang ingin melanjutkan studinya S2 di Eropa. Program beasiswa S2 ke luar negeri yang bisa kamu manfaatkan untuk berkuliah di Perancis adalah Erasmus Mundus yang dikelola oleh 27 negara di Eropa.

5. Belanda
Belanda juga menjadi negara Eropa yang menjadi destinasi para pemburu beasiswa S2. Untuk bisa mengenyam studi di Negara Kincir Angin tersebut, kamu bisa memanfaatkan program beasiswa Erasmus Mundus ataupun beasiswa NFP (Netherland Folowship Programme).

6. Australia
Letaknya yang cukup dekat dengn Indonesia membuat negara yang satu ini diminati oleh para mahasiswa Indonesia yang ingin melanjutkan studinya S2. Program beasiswa yang ditawarkan oleh Australia pada mahasiswa asal Indonesia adalah AAS (Australia Awards Scholarship).

7. Finlandia
Sistem pendidikan di Finlandia sudah tidak diragukan lagi. Berkat sistem pendidikannya yang fleksibel, anak-anak di negara tersebut menjadi begitu pintar dan kreatif. Hal ini yang akhirnya menarik minat para mahasiswa Indonesia untuk menempuh studinya di Finlandia.

8. Jepang
Negara Asia yang satu ini menawarkan beasiswa bagi para pelajar dan mahasiswa dari seluruh dunia, termasuk Indonesia. Untuk bisa menikmati beasiswa ke Jepang, kamu perlu mencari tahu apa saja program beasiswa yang ditawarkan oleh Negara Matahari Terbit ini. Salah satu program beasiswa yang setiap tahunnya diberikan oleh Jepang adalah program beasiswa Monbukagakusho. Sebenarnya masih banyak program beasiswa lain yang bisa kamu coba manfaatkan untuk bisa berkuliah di Negeri Sakura, Jepang.

9. Singapura
Singapura tergolong memiliki sistem pendidikan yang maju dan teknologinya pun sudah begitu canggih. Untuk bisa berkuliah di Singapura, biasanya mahasiswa Indonesia mengambil program beasiswa SINGA dan beasiswa ASEAN Scholarship for Indonesia Ministry of Education, Singapore.

10. Korea Selatan
Korea Selatan tak hanya terkenal karena drama Korea dan KPOP saja. Negeri Gingseng ini juga terkenal karena memiliki sistem pendidikan yang berkulitas. Perpaduan lengkap ini membuat banyak mahasisawa Indonesia berambisi untuk mendapat beasiswa ke Korea Selatan. Untuk bisa berkuliah di Negara asal boyband fenomenal BTS ini, kamu bisa memanfaatkan program beasiswa KGSP (Korean Government Scholarship Program).

Baca juga: Cara Membuat Daftar Isi Manual dan Otomatis yang Rapi di MS Word

Tips  Untuk Bisa Meraih Beasiswa ke Luar Negeri


Untuk bisa menjadi salah satu penerima beasiswa S2 ke luar negeri, Ada beberapa hal yang bisa kamu coba lakukan. Berikut ini adalah tips dari para penerima beasiswa yang bisa kamu coba lakukan agar bisa meraih program beasiswa untuk melanjutkan studi S2 di luar negeri:

1. Cari Informasi di Internet tentang Beasiswa S2 di luar negeri
Kamu harus rajin-rajin mencari informasi seputar penawaran beasiswa S2 di luar negeri melalui internet. Untuk itu, kamu hanya perlu membuka website pemerintah dan berbagai kampus di luar negeri untuk bisa menemukan program beasiswa S2. Biasanya negara-negara maju banyak menawarkan beasiswa untuk negara-negara berkembang demi menjalin hubungan bilateral. Karena itulah, banyak negara-negara maju di Eropa, Asia, dan Amerika yang memberikan tawaran beasiswa S2 bagi mahasiswa Indonesia.

Indonesia memiliki sebuah lembaga yang menyediakan dana pendidikan yang disebut dengan LPDP. Kamu dapat mengajukan aplikasi beasiswa ke berbagai negara di seluruh dunia selama 4 kali setiap tahunnya. Meski demikian, kamu tidak bisa mengajukan beasiswa ke semua kampus. Hal ini dikarenakan setiap tahunnya LPDP akan melakukan update nama-nama kampus yang bisa kamu pilih untuk mengajukan program beasiswa S2.

2. Ketahui Program Prioritas Setiap Program Beasiswa
Kamu perlu mencari tahu program prioritas setiap program beasiswa untuk memperbesar peluangmu diterima. Misalnya, kamu harus tahu perbedaan prioritas program beasiswa ke Korea Selatan dengan program beasiswa ke Australia. Program beasiswa K’Arts yang ditawarkan oleh Korea Selatan lebih memprioritaskan seni dan desain. Sementara itu, Australia Awards Scholarship (AAS) lebih memprioritaskan bidang pembangunan dan ecotourism.

3. Tentukan Jurusan yang Ada Kaitannya dengan Bidang yang Kamu Tekuni
Menurut salah seorang penerima beasiswa Australia Awards Scholarship 2014 yang mengambil Master of Strategic Public Relation di University of Sidney, penting bagi kamu untuk mengambil jurusan yang ada benang merah atau keterkitan dengan bidang pekerjaan yang kamu minati. Hal ini akan membuatmu lebih paham mengenai jurusan yang akan kamu ambil. Semakin kamu paham mengenai program studi yang kamu inginkan, maka kamu akan semakin mudah menjawab pertanyaan saat interview. 

4. Membuat Timeline
Proses pendaftaran beasiswa S2 ke luar negeri akan membutuhkan waktu yang cukup panjang. Karena itu, menurut Puji Maharani, seorang penerima beasiswa LPDP 2015 yang mengambil Master of Gender Studies di SOAS University of London, timeline adalah suatu hal penting yang harus diperhatikan oleh calon pelamar beasiswa ke luar negeri. Dulu ketika mengajukan beasiswa S2 Inggris, dia membuat timeline yang terdiri atas jadwal tes IELTS, jadwal melamar program studi di kampus pilihan, jadwal melamar beasiswa LPDP, dan jadwal membuat esai.

Dengan membuat timeline kamu akan lebih mudah mengatur jadwal pendaftaran program beasiswa, seperti misalnya kapan harus mengumpulkan seluruh dokumen yang dibutuhkan, hingga kapan kamu akan menerima LoA atau Letter of Acceptance.

5. Menyiapkan Surat Referensi
Surat referensi merupakan motivation letter yang bisa kamu gunakan untuk ‘menjual’diri agar kamu bisa menjadi salah satu penerima beasiswa S2 ke luar negeri. Kamu harus bisa mengungkapkan segala hal positif tentang dirimu dan hal apa saja yang pernah kamu lakukan untuk masyarakat luas selama ini.

Kamu harus bisa memberi contoh kongkret yang membuat pembaca esai tersebut dapat membayangkan seberapa tangguh dirimu dalam menghadapi berbagai macam permasalahan yang kamu  hadapi melalui pengalamanmu saat terjun di masyarakat. Hubungkan pengalaman-pengalaman hebat yang kamu alami tersebut dengan program studi yang kamu inginkan. Sampaikan pula bahwa program studi tersebut nantinya akan membantu kamu dalam berkontribusi di masyarakat.

6. Miliki Mentor dan Tandem
Untuk bisa meraih beasiswa ke luar negeri, kamu tidak bisa melakukannya seorang diri. Untuk meraih kesuksesan, kamu harus mencari mentor alias alumni yang dapat membantumu mencari informasi seputar beasiswa tersebut. Dengan memiliki mentor, kamu bisa bertanya-tanya seputar pengalaman mereka. Selain mentor, kamu juga harus memiliki tandem yang bisa diajak belajar bersama agar bisa sukses meraih beasiswa tersebut.

Baca juga: Cara Penulisan Gelar Sarjana, Magister, dan Doktor di Indonesia

Menurut Ilona Asa, salah satu peraih beasiswa Swedish Institute Study Scholarship 2016 yang mengambil program studi Magister of Computer Science di Uppsala University, Swedia, penting bagi, calon pelamar beasiswa untuk memiliki mentor. Mentor bisa membantumu untuk melakukan review seputar dokumen-dokumen yang kamu miliki, termasuk esai. Dengan demikian, esaimu akan semakin berbobot karena mereka akan memberi masukan mengenai kata-kata yang digunakan dalam penulisan esai tersebut. Mentor tersebut juga dapat kamu sebagai editor yang akan memberikan masukan tentang esai beasiswamu.

Sementara itu, tandem belajar sangat penting untuk menunjang kesuksesanmu dalam meraih beasiswa karena setiap hari kamu dan tandemnu yang sama-sama pengejar beasiswa dapat bertemu, latihan bersama menjelang tes IELTS, dan juga saat penulisan esai untuk beasiswa.

Demikianlah pembahasan mengenai serba-serbi beasiswa S2 ke luar negeri yang harus kamu ketahui sebelum mengajukan beasiswa di negara-negara maju di seluruh dunia. Semoga informasi ini bermanfaat. 

0 Comments:

Post a Comment